Jateng, SuaraRI.com – Warga di Mojolaban, Sukoharjo dan Sragen dibuat resah oleh maraknya kiriman paket dari platform belanja online Shopee yang tidak pernah mereka pesan. Paket-paket tersebut datang berturut-turut dengan nilai nominal mencapai puluhan juta rupiah dan diduga kuat merupakan modus penipuan baru, Kamis 18 Desember 2025.
Di Mojolaban Sukoharjo, seorang warga menerima kiriman paket selama tiga hari berturut-turut. Paket pertama datang pada Selasa, 16 Desember 2025, dengan nominal Rp3.800.000. Hari kedua, Rabu, 17 Desember 2025, kembali diterima paket senilai Rp2.400.000. Terbaru, Kamis, 18 Desember 2025, paket kembali datang dengan nilai Rp740.000. Warga mengaku tidak pernah melakukan pemesanan dan bahkan tidak memiliki akun Shopee.
“Kami bingung mau konfirmasi ke siapa. Kami tidak pernah pesan, akun Shopee juga tidak punya,” ungkap warga yang menjadi korban.

Kasus serupa juga terjadi di Kabupaten Sragen. Seorang warga dilaporkan menerima kiriman telepon genggam dengan harga lebih dari Rp 3 juta. Tak berhenti di situ, keesokan harinya kembali datang tiga paket sekaligus dengan total nominal mencapai Rp12.000.000.
Menanggapi fenomena tersebut, pakar keamanan siber mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Ia menegaskan agar warga tidak melakukan pembayaran apa pun terhadap paket yang tidak pernah dipesan.
“Ini berpotensi merupakan modus penipuan berbasis rekayasa sosial. Pelaku memanfaatkan rasa panik dan kebingungan korban agar segera melakukan pembayaran. Jika menerima paket yang tidak dipesan, jangan dibayar, jangan dipindai QR code apa pun, dan segera laporkan ke pihak berwenang atau layanan resmi platform terkait,” tegas pakar siber.
Masyarakat juga diimbau untuk mendokumentasikan setiap kiriman mencurigakan dan tidak menyerahkan data pribadi kepada kurir maupun pihak yang mengaku dari marketplace. Aparat penegak hukum diharapkan segera melakukan penelusuran guna mencegah meluasnya korban akibat modus kiriman paket misterius ini. (Red)











Leave a Reply