Pilkada Langsung atau Tidak Langsung Dipersimpangan Jalan. Rektor Unadri Kupang : Jauh Lebih Penting Menjaga Kondusifitas dan Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat

IMG-20260207-WA0020

Kupang-NTT — Tokoh Akademisi Dr. Patrisius Kami, S.Pd, M.Hum yang kini menjabat Rektor Universitas Aryasatya Deo Muri (Unadri) Kupang angkat bicara di tengah polemik Pilkada langsung (One Man One Vote) atau Pilkada tidak langsung (Demokrasi Keterwakilan melalui DPRD). 

 

Akademisi muda asal Kabupaten Ende ini menyebut wacana mekanisme Pilkada yang tengah menjadi sorotan publik adalah hal yang dinamis dalam catur perpolitikan tanah air. Esensinya negara tetap menjalankan roda pemerintahan secara kondusif, aman dan damai.

 

“Melihat wacana yang berkembang saat ini, berkaitan dengan Pilkada yang diwacanakan melalui DPRD, bagi saya, itu suatu hal yang dinamis dalam politik di Indonesia, benar bahwa esensi demokrasi yaitu setiap orang mempunyai hak untuk menentukan siapa pun kepala daerah, tetapi bagi saya yang terpenting adalah negara itu tetap dalam suatu kondisi yang kondusif, aman dan damai”. Pengungkapannya.

 

Pria yang akrab disapa Dr. Patris ini juga mengajak masyarakat NTT bijak dalam melihat wacana Pilkada secara langsung atau tidak langsung serta selalu menjaga keharmonisan sosial dalam menyampaikan pikiran dan pendapat.

 

“Vox Populi Vox Dey, rakyat adalah suara Tuhan, itu penting, tapi esensi pemilihan kepala daerah jauh lebih penting, bagi saya soal pemilihan apapun kita masyarakat Nusa Tenggara Timur harus lebih bijak melihat wacana ini, apapun keputusannya, saya percaya negara ini memiliki konstitusi dan koridor hukum yang kuat, silahkan berpendapat, silahkan memberikan pemikiran tapi tentu tidak menghilangkan keharmonisan sosial yang terjaga saat ini.” himbaunya

 

Lebih lanjut Dr. Patris mengemukakan bahwa fundamental kepentingan saat ini adalah membangun peradaban melalui peningkatan SDM, ekonomi masyarakat dan mendorong kemajuan infrastruktur, berkaitan dengan soal Pilkada, ruang konsolidasi dan dialog menjadi wadah bagi elite politik untuk menentukan kebijakan politik.

Baca Juga:  GMPK Tegas: Pembangunan Wajib Kantongi PBG Sebelum Konstruksi, Pemkot Salatiga Diminta Bertindak

 

“Yang paling mendasar dan jauh lebih penting adalah bagaimana peningkatan SDM, peningkatan ekonomi, peningkatan infrastruktur bisa terus terjaga, soal Pilkada langsung atau tidak langsung, kita percaya bahwa dinamika politik, dinamika di dalam wacana ini tetap dijalankan sebagaimana mestinya, kita dianggap petinggi-petinggi atau yang berkepentingan di negara ini mau konsolidasi, berdialog, berdiskusi bersama sehingga tidak terjadi kejadian dan mendapatkan informasi yang komprehensif.” Terangnya.

 

Sama diketahui, opini publik kini terbelah dalam pro kontra mekanisme pemilihan kepala daerah, pemilihan langsung dinilai boros anggaran dan rentan Money Politic tapi secara konstitusional pengawasan tetap berada di tangan rakyat, sementara Pilkada tidak langsung atau demokrasi keterwakilan melalui DPRD dinilai lebih efisien dan hemat anggaran tapi dianggap merampas kedaulatan rakyat dan menghianati kedaulatan rakyat.

 

Khnza Haryati

SEBARKAN
Tag:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkait
Leher Hampir Putus Tersangkut Kabel WiFi di Gemolong, Korban Minta Pemilik Bertanggung Jawab
SRAGEN, SuaraRI.com — Kabel jaringan internet atau WiFi yang menjuntai…
Berita Dugaan Pungli di Satpas Polres Subang oleh Suarapribumi.co.id Bersifat Sepihak Tanpa Upaya Konfirmasi Kebenaran
Subang, Jabar  - Pemberitaan miring dan subyektif dari media online,…
Tanggap Cepat Pemerintah untuk NTT, Letkol Teddy Indra Wijaya Dukung Percepatan Distribusi Bantuan Bencana
Jakarta, 19 Agustus 2026 — Pemerintah terus memperkuat langkah tanggap…
Polisi Gerak Cepat, Pencurian Kamera Rp30 Juta di Tawangsari Berhasil Diungkap Sehari
Sukoharjo, 18 Agustus 2026 – Tim Unit Reaksi Cepat (URC)…
Nugraha Budi S SH Apresiasi Pemerintah Terkait Penanganan Korban HAM
Jakarta, SuaraRI.com  | Kasus Viral Penyekapan oleh oknum karyawan Pedal…
Tersangka Penipuan Miliaran Sudah Ditetapkan, Tapi Belum Ditahan: Ada Apa dengan Penanganan Kasus di Polda Jambi?
JAMBI, SuaraRI.com  – Penanganan perkara dugaan penipuan dan/atau penggelapan bernilai…
Pilkades Serentak Tahun 2026 di wilayah Kab. TTS Diujung Tanduk. Ketua Atraksi Kab. TTS : Jangan Ada Agenda Tersembunyi
Timur Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur - Penyelenggaraan Pemilihan Kepala…
Kades Mlilir Bandungan: Tanah yang Dipersoalkan Telah Dikembalikan Menjadi Aset Desa, Kasus Dana PKH Rp11 Juta Masih Berproses
Kabupaten Semarang, Jawa Tengah  – Kepala Desa Mlilir, Kecamatan Bandungan,…
Pasutri Pengusaha Sarang Burung Walet Jadi Tersangka, Pelapor Minta Polda Jambi Segera Lakukan Penahanan
Jambi, SuaraRI.com – Penanganan kasus dugaan penipuan dan penggelapan uang…
Kapolres Sukoharjo: Tim URC Satreskrim Berhasil Ungkap Kasus Pencurian Galaxy Cellular 2, Pelaku dan Barang Bukti Diamankan
Sukoharjo, SuaraRI.com  – Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres…