Teror Paket Misterius Diduga Modus Penipuan, Pakar Siber Imbau Warga Jangan Lakukan Pembayaran

IMG-20251218-WA0035

Jateng, SuaraRI.com – Warga di Mojolaban, Sukoharjo dan Sragen dibuat resah oleh maraknya kiriman paket dari platform belanja online Shopee yang tidak pernah mereka pesan. Paket-paket tersebut datang berturut-turut dengan nilai nominal mencapai puluhan juta rupiah dan diduga kuat merupakan modus penipuan baru, Kamis 18 Desember 2025. 

 

Di Mojolaban Sukoharjo, seorang warga menerima kiriman paket selama tiga hari berturut-turut. Paket pertama datang pada Selasa, 16 Desember 2025, dengan nominal Rp3.800.000. Hari kedua, Rabu, 17 Desember 2025, kembali diterima paket senilai Rp2.400.000. Terbaru, Kamis, 18 Desember 2025, paket kembali datang dengan nilai Rp740.000. Warga mengaku tidak pernah melakukan pemesanan dan bahkan tidak memiliki akun Shopee.

 

“Kami bingung mau konfirmasi ke siapa. Kami tidak pernah pesan, akun Shopee juga tidak punya,” ungkap warga yang menjadi korban.

Kasus serupa juga terjadi di Kabupaten Sragen. Seorang warga dilaporkan menerima kiriman telepon genggam dengan harga lebih dari Rp 3 juta. Tak berhenti di situ, keesokan harinya kembali datang tiga paket sekaligus dengan total nominal mencapai Rp12.000.000.

 

Menanggapi fenomena tersebut, pakar keamanan siber mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Ia menegaskan agar warga tidak melakukan pembayaran apa pun terhadap paket yang tidak pernah dipesan.

 

“Ini berpotensi merupakan modus penipuan berbasis rekayasa sosial. Pelaku memanfaatkan rasa panik dan kebingungan korban agar segera melakukan pembayaran. Jika menerima paket yang tidak dipesan, jangan dibayar, jangan dipindai QR code apa pun, dan segera laporkan ke pihak berwenang atau layanan resmi platform terkait,” tegas pakar siber.

 

Masyarakat juga diimbau untuk mendokumentasikan setiap kiriman mencurigakan dan tidak menyerahkan data pribadi kepada kurir maupun pihak yang mengaku dari marketplace. Aparat penegak hukum diharapkan segera melakukan penelusuran guna mencegah meluasnya korban akibat modus kiriman paket misterius ini. (Red)

Baca Juga:  Solusi Solusi Data Solusi Solusi Komputasi
SEBARKAN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkait
Pasien Diduga Diusir hingga Lontarkan Kata “Kampret” karena Minta Waktu Berpikir, Etika Dokter Bedah Charlie Hospital Dipertanyakan
Kendal — Seorang pasien perempuan mengaku mengalami perlakuan tidak menyenangkan…
Lemahnya Pengawasan,..!! Dugaan Penyimpangan Pupuk Bersubsidi di Ngargosari Menguat Tanpa Tindakan
Sragen, Jateng – Dugaan penyimpangan distribusi pupuk bersubsidi di Desa…
Diduga Belum Kantongi Izin Lingkungan, Pembangunan Pabrik Tas di Pati Disorot
PATI – Pembangunan pabrik tas milik PT Fuhua Travel Goods…
Barindo Desak Kejari Karanganyar Panggil Paksa Saksi Juliyatmono dalam Kasus Korupsi Masjid Agung
Karanganyar — Pengurus Organisasi Kemasyarakatan Barisan Indonesia (Barindo) Kabupaten Karanganyar…
Diduga Selewengkan Anggaran dan Manfaatkan Fasilitas Negara Sejak 2018, Eks Kabid DLH Salatiga Berinisial BK Diusut Kejaksaan
Salatiga – Minggu, 7/12/2025. Dugaan praktik penyalahgunaan wewenang dan korupsi…
Peduli Sesama, Satreskrim Polres Boyolali Salurkan Bantuan ke Anak Panti
Boyolali — Satreskrim Polres Boyolali mendatangi Panti Asuhan Darul Hadlonah,…
Satreskrim Polres Sukoharjo Gelar Baksos di Panti Asuhan Aisyiyah, Sambut Hari Jadi Reserse Polri ke-78
Sukoharjo — Satreskrim Polres Sukoharjo melaksanakan kegiatan bakti sosial dalam…
Satpas Karanganyar Intensifkan Pendampingan Pengisian Formulir Perpanjangan SIM
Karanganyar – Satlantas Polres Karanganyar melalui program Polantas Menyapa kembali…
Edukasi BPKB Lebih Dekat, Satlantas Karanganyar Tingkatkan Literasi Administrasi Kendaraan
Karanganyar — Program “Polantas Menyapa” kembali digelar Satlantas Polres Karanganyar…
Lantik Pengurus PWI Jateng, Ahmad Munir Ajak Wartawan Beri Informasi Sehat dan Bergizi kepada Masyarakat
SEMARANG - Kepengurusan Persatuan Wartawan Indonesia Jawa Tengah (PWI Jateng)…