Hadapi Ancaman Radikalisme Digital, Kuliah Umum di UKSW bersama Komjen (purn) Rycko Tekankan Pentingnya Literasi dan Persatuan

IMG-20261001-WA0216

Polda Jateng – Kota Salatiga | Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola penyebaran radikalisme dan ekstremisme. Jika sebelumnya paham kekerasan lebih banyak disebarkan melalui pertemuan langsung dan aksi terbuka, kini propaganda dapat dikemas dalam berbagai bentuk konten digital yang lebih mudah diakses, dibagikan dan diterima masyarakat, khususnya generasi muda.

Persoalan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Kuliah Umum bertema “Merawat Kebhinekaan dan Menjaga Persatuan” yang digelar di Balairung Utama Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Kamis (1/10/2026). 09.00 Wib.

Kegiatan tersebut dihadiri Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi UKSW Dr. Ir. Sri Suwartiningsih, M.Si., serta Komjen (Purn.) Prof. Dr. Rycko Amelza Dahniel, M.Si beserta Team yang hadir sebagai pembicara dengan materi berjudul “Merawat Kebhinekaan, Menjaga Persatuan.”

Dalam paparannya, Komjen (Purn.) Prof. Dr. Rycko Amelza Dahniel, M.Si selaku Kasatgas Pusat Studi Terorisme, membahas perkembangan ancaman terorisme dan perubahan pola radikalisme di tengah kemajuan teknologi informasi.

“terorisme merupakan ancaman yang terus mengalami perubahan, baik dari sisi metode, sasaran maupun pola penyebaran ideologinya ” terang Komjen (Purn.) Prof. Dr. Rycko Amelza Dahniel, M.Si

Menjadi salah satu pesan utama yang disampaikan dalam kuliah umum tersebut, Ia menjelaskan, perkembangan teknologi telah membawa perubahan signifikan dalam pola radikalisme dan ekstremisme di Indonesia.

” Jika sebelumnya ancaman lebih banyak terlihat melalui aksi kekerasan secara langsung, seperti serangan bom maupun aksi bersenjata, saat ini penyebaran paham ekstrem dapat berlangsung secara lebih tersembunyi melalui ruang digital. Media sosial kemudian dimanfaatkan sebagai sarana propaganda, penyebaran ideologi, indoktrinasi virtual hingga perekrutan anggota ” terangnya.

Lebih lanjut di jelaskan bahwa Perubahan tersebut menunjukkan bahwa ancaman radikalisme tidak selalu hadir dalam bentuk kekerasan yang terlihat. Dalam perkembangannya, ancaman dapat dimulai dari proses memengaruhi cara berpikir dan membentuk pandangan seseorang secara bertahap.

Baca Juga:  Aksi Curanmor di Sragen Terungkap! Tim URC Bekuk Pelaku, Motor Korban Berhasil Ditemukan 

” Konten kekerasan, kebencian dan intoleransi yang dikonsumsi secara berulang berpotensi memengaruhi cara berpikir, emosi dan perilaku. Karena itu, kemampuan generasi muda dalam memahami dan menyaring informasi menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan terhadap paparan ekstremisme ” ungkap Komjenpol (purn) Rycko.

Dalam paparannya, Komjenpol (purn) Rycko menekankan bahwa menghadapi radikalisme dan ekstremisme tidak cukup hanya melalui penindakan setelah terjadi pelanggaran. Pencegahan melalui pendidikan dan literasi juga menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan generasi muda.

” Generasi muda perlu dibekali kemampuan memahami informasi, membedakan fakta dan opini, berpikir kritis serta tidak mudah menerima suatu informasi hanya karena dikemas secara menarik. Dengan demikian, pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai proses akademik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun daya tahan masyarakat terhadap pengaruh ideologi kekerasan dan intoleransi ” imbuhnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol. Yuliyanto menegaskan bahwa menjaga kebhinekaan dan persatuan merupakan tanggung jawab bersama, terutama di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi digital.

“Kolaborasi antara Polri, perguruan tinggi, keluarga dan masyarakat sangat penting untuk membangun ketahanan generasi muda. Melalui edukasi, literasi digital dan dialog yang terbuka, kita dapat bersama-sama menjaga kebhinekaan sekaligus memperkuat persatuan dan keutuhan NKRI,” pungkasnya.

SEBARKAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkait
Pilkades Memanas, Pasukan Dalmas Bergerak! Polres Grobogan Asah Kesiapan Pengamanan Pilkades 2026
Polres Grobogan - Polda Jateng - Polres Grobogan menggelar latihan…
Kapolda Jateng Turun Langsung ke Kudus, Tegaskan Komitmen Lindungi Korban Premanisme
Polda Jateng – Kabupaten Kudus | Kapolda Jawa Tengah Irjen…
Komisi III DPR RI Dorong Polda Jateng Hadirkan Pelayanan Polri yang Dekat dengan Masyarakat
Polda Jateng, Kota Semarang | Komisi III DPR RI mengapresiasi…
Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa Bulumanis Lor Pati, Kerugian Negara Capai Rp310 Juta, Polresta Pati Tegaskan Penanganan Profesional
PATI, JATENG  – Polresta Pati menggelar konferensi pers pengungkapan perkara…
Dugaan Kekerasan terhadap Anak di Sekolah, Polisi Pati Tetapkan 14 Anak Berhadapan dengan Hukum
PATI, JATENG – Satreskrim Polresta Pati menangani kasus dugaan kekerasan…
Kasus Pengeroyokan Maut di Sukolilo Pati, Polresta Pati Ungkap Perkembangan Penyidikan
PATI, JATENG – Polresta Pati menggelar konferensi pers terkait perkembangan…
Cairkan Cashback Fiktif, Mantan Marketing Lokasi Wisata Diamankan Polres Semarang
Polres Semarang_Polda Jateng - Seorang perempuan mantan marketing sebuah lokasi…
Apel Perdana Kapolda Jateng, Tegas; Tidak Ada Toleransi bagi Anggota yang Membekingi Judi dan Narkoba
Polda Jateng – Kota Semarang | Kapolda Jawa Tengah Irjen…
Gerak Cepat Tim URC Polres Sragen, Residivis Penipuan Ditangkap Saat Hendak Kabur Naik Bus
SRAGEN, JATENG – Pelarian Rolis Karmayudi alias Yudi, pria berusia…
Kurang dari 1×24 Jam, Tim URC Satreskrim Polres Sukoharjo Ungkap Pencurian Mobil di Gereja Kartasura
SUKOHARJO, JATENG  – Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres…